ovj

Sabtu, 12 November 2011

Goresan Karikatur Banjir Non-O Buahkan Penghargaan



Oleh
Romauli
JAKARTA – Sudi Purwono (Non-O), karikatur Harian Umum Sore Sinar Harapan, untuk keempat kalinya kembali membawa harum media ini. Pria kelahiran Bandung 27 Mei 1954 ini meraih Juara 1 Karikatur Terbaik yang diselenggarakan Institut Anugerah Mohammad Hoesni Thamrin PWI Jaya tahun 2006-2007, Kamis (13/9).
Dalam penganugerahan itu, yang antara lain juga didukung oleh perusahaan Riaupulp, Sudi membawa pulang hadiah trofi dan sebuah sepeda motor. Sudi menang mengungguli nominator yang lain atas karyanya yang menggambarkan situasi banjir di Ibu Kota yang kemudian diperburuk dengan menculnya penyakit seperti demam berdarah dengue (DBD) dan leptospirosis.
Tapi, dengan rendah hati, Sudi mengatakan keberhasilannya itu bukan hasil karyanya sendiri, namun juga berkat dukungan redaksi dari Sinar Harapan.
“Keberhasilan saya ini tidak saya peroleh sendiri, tapi juga karena kepercayaan redaksi Sinar Harapan yang memberi saya tempat untuk menyumbangkan ide-ide dan pemikiran tanpa batas. Hubungan baik dengan wartawan juga menjadi motivasi saya,” katanya sesaat setelah bertemu dengan Pemimpin Redaksi Sinar Harapan, Kristanto Hartadi, Jumat (14/9) di redaksi SH.
Di dalam gambar karikaturnya, Sudi mengikuti perkembangan pemberitaan yang terjadi di Jakarta ataupun nasional. Ayah dari Satrio Sih Pinandhito (18) dan Cininta Kalyana (15) ini mengaku risih melihat sikap para aparat dan pejabat di pemerintahan Jakarta, dirinya ingin mengoreksi kebijakan pemerintah. Untuk itulah, lewat karikaturnya Purwono selalu menceritakan sekelumit persoalan di Ibu Kota. Seperti banjir, pengangguran, transportasi termasuk kebijakan pemerintah menaikkan harga sejumlah bahan kebutuhan pokok.
Terinspirasi dari kematian tetangganya yang gantung diri karena tidak mampu mencukupi kebutuhan hidup, Sudi menggambar karikatur bertuliskan kenaikan harga sembako di mana huruf O pada kata ”Sembako” dibentuk seperti borgol yang mencekik leher.
Dengan karya-karyanya Sudi berharap dapat membantu membawa perubahan lebih baik di negeri ini. Kendati diakuinya, mengubah Jakarta ke arah yang lebih baik tidaklah mudah. “Karikatur saya mungkin tidak bisa mengubah dunia. Tapi, saya berharap karya ini dapat mengingatkan pemerintah atau sebagai kontrol terhadap kebijakan yang ada,” katanya.
Ilustrasi Cemplon
Pengalaman berkarikatur dikatakan Sudi berawal dari ilustrasi rubrik Cemplon, di Sinar Harapan sebelum dibreibel yang diasuh Umar Nur Zein (almarhum). Pria yang juga mencantumkan nama Non-O dalam karyanya di sejumlah media cetak lain seperti sebagai kartunis lepas di Kompas Minggu ini adalah STSRI ASRI Yogyakarta Jurusan Seni Reklame (sekarang Desain Komunikasi).
Sudi memulai membuat ilustrasi di majalah lokal Djaka Lodang Yogyakarta yang kemudian menyebar ke hampir banyak media di Jakarta.
Tahun 1997 hingga 1998 dirinya pernah bekerja sebagai asisten animator di Perusahaan Animasi PT Anima Indah. Lewat perusahaan animasi pertama di Indonesia ini, dia pernah membuat animasi berupa iklan layanan masyarakat tentang tata cara pencoblosan yang kemudian ditayangkan di stasiun pemerintah TVRI.
Sebelum menjadi karikatur tetap di Sinar Harapan, pada 1979 Sudi memulainya sebagai kartunis lepas. Kariernya sempat ikut bergoyang saat Sinar Harapan diberedel. Setelah reformasi, kembalinya Sinar Harapan memberinya tempat kembali menuangkan idenya melalui gambar hingga saat ini.
Dia mengatakan, dalam sehari dirinya mampu menggambar satu hingga tiga karikatur. Jika dikumpulkan selama sebulan, tidak terhitung berapa karikatur yang berhasil dibuatnya.
Senior yang dikaguminya Pramono mengatakan sudah saatnya, Sudi membuat pameran karikatur sendiri. “Sayang, saya orangnya malas. Tidak mau mengumpulkan karya sendiri. Memang ada rencana untuk menyelenggarakan pameran karikatur sendiri, tapi entah kapan waktunya belum pas,” katanya.
Kendati belum mampu menyelenggarakan pameran sendiri, penghargaan dan kepercayan yang diberikan pada suami Usdekawati ini mempunyai arti tersendiri. Pria yang menghabiskan waktu kecilnya di Solo ini sangat bangga menceritakan kegiatannya pada Oktober 1994 silam. Sudi dipercaya mewakili Indonesia mengikuti Pameran Kartun ASEAN V di Jepang yang diadakan oleh The Japan Foundation wakil dari Indonesia.
Ada juga penghargaan yang diraih antara lain Karikatur Terbaik Lomba Lingkungan Hidup pada tahun 1986, Juara II Karikatur Pendidikan yang diselenggarakan Depdiknas pada tahun 1987, Juara I Karikatur terbaik yang diadakan Kejaksaan Jakarta pada tahun 1989.
Pada 1990, ia meraih Juara I Lomba Penulisan Humor yang diadakan majalah Kartini, tahun 1992, meraih Piala Adinegoro dari PWI Jaya.
Pada tahun 1994, ia meraih penghargaan sebagai karikatur terbaik Piala MH Thamrin dari PWI Jaya.
Pria yang pernah menjabat Ketua Persatuan Kartunis Indonesia (Pakarti) periode 1994-2004 ini pernah meraih penghargaan serupa sebagai karikatur terbaik Piala MH Thamrin dari PWI Jaya pada tahun 1997-1998 dan tahun 2003 juga di Sinar Harapan. n

Kamis, 10 November 2011

Misteri UFO di Amerika: Obama Dituntut Ungkap Rahasia UFO dan Alien

Di Amerika, laporan mengenai penampakan UFO selama ini semakin tinggi, juga diikuti oleh laporan alien bahkan penculikan manusia oleh para alien atau E.T tersebut.
Maka rakyat Amerika-pun berhak menanyakan kepada pemerintah dan jajarannya, apakah fenomena dan kejadian itu adalah benar?
Dan pemerintah Amerika juga harus melakukan kewajibannya untuk menjawab atas pertanyaan dari sebagian rakyat Amerika itu.
Rakyat Amerika sudah siap dengan resiko laporan itu nantinya, walau kenyataan terburuk sekalipun. Paling tidak, rakyat sudah mengetahui info sebenarnya dari pemerintah dan jajarannya akan rencana dari para alien tersebut.
Maka dari itu ada permintaan tak biasa yang mendarat di meja Presiden Amerika Serikat, Barack Obama. Lebih dari 7.500 orang menandatangani petisi yang meminta agar Gedung Putih, yang disebut mengetahui kehadiran makhluk ekstraterrestrial, mengungkap dokumen-dokumen dari seluruh lembaga, termasuk militer, yang relevan dengan fenomena itu.
Bagaimana tanggapan Gedung Putih? Ternyata, jumlah tandatangan dalam petisi belum memenuhi syarat. Setidaknya harus ada 17.000 lagi tanda tangan hingga batas waktu 22 Oktober. Jika itu dipenuhi, Gedung Putih akan memberikan respons.
Pemerintahan Obama memberi ruang terhadap sebuah inisiatif, ‘We the People‘ (atas nama rakyat) untuk meminta Gedung Putih meneliti atau mengambil tindakan terhadap isu tertentu. Asal, dibubuhi tanda tangan minimal 25.000 orang secara online.
Awalnya, batas tanda tangan hanya 5.000 orang, angka yang sejatinya sudah dipenuhi petisi UFO itu, hanya dalam empat hari. Namun, Gedung Putih lantas menaikkan angkanya awal Oktober 2011 lalu.
Stephen Bassett
Petisi tersebut adalah inisiatif Stephen Bassett, yang 15 tahun melobi Washington terkait UFO.
Dia mengaku kecewa dengan syarat yang diajukan pemerintah. “Setahu saya, hanya perlu sekitar 5.000. Itu mudah. Tapi, kemudian lantas menjadi jumlah yang luar biasa besar. Siapa tahu yang akan terjadi selanjutnya,” kata dia.
Dalam petisi itu tercantum ratusan pejabat publik telah mengonfirmasi kontak antara manusia dan alien. Juga mengklaim bahwa lebih dari setengah warga AS percaya UFO dan alien. “Masyarakat berhak tahu.
Kami siap menghadapi kenyataan,” kata dia.
Meski tak seperti Inggris yang membuka terang-terangan ribuan dokumen UFO, informasi soal isu populer itu juga pernah dibuka oleh lembaga pemerintah AS.
Adalah Biro Investigasi Federal Amerika Serikat atau FBI yang membuka dokumen tentang UFO di situsnya, vault.fbi.gov: soal piring terbang di Roswell. (Source:Daily Mail-art, Translated:Vivanews, Forwarder:iic.wp.com)

Gedung Putih Tanggapi Petisi UFO dan Aliens


Gedung Putih akhirnya memenuhi tuntutan itu. “Pemerintah Amerika Serikat tak punya bukti adanya kehidupan lain di luar Bumi, atau bahwa mahluk ekstraterrestrial telah mengontak manusia,” kata Phil Larson, pejabat Gedung Putih yang membidangi sains dan teknologi.
“Sebagai tambahan, tak ada informasi kredibel yang membuktikan ada bukti yang sengaja disembunyikan dari masyarakat,” kata dia.
Untuk diketahui, petisi yang berisi tuntutan agar pemerintah Obama menguak pengetahuan atau bahkan komunikasi dengan alien ditandatangani 5.387 orang, sementara 12.078 orang menuntut penjelasan Gedung Putih soal hubungan alien dengan manusia.
“Ratusan anggota militer dan birokrat menjadi saksi dan memberi pengakuan yang mengonfirmasi keberadaan mahluk ekstraterrestrial,” kata petisi yang kedua.
“Jajak pendapat saat ini mengindikasikan, lebih dari 50 persen orang AS percaya ada keberadaan mahluk luar angkasa, 80 persennya yakin pemerintah tidak mengatakan kebernaran soal ini. Masyarakat berhak tahu.”
E.T. and Human shaking hand together
Larson menekankan, fakta menunjukkan, tak ada bukti sahih tentang keberadaan mahluk luar angkasa di Bumi.
Meski sejumlah peneliti telah menyimpulkan, bahwa kemungkinan ada kehidupan di luar sana, namun peluang kontak mereka dengan manusia sangat kecil, mengingat jarak yang luar biasa jauh.
“Namun, bukan berarti keberadaan mahluk hidup di luar manusia, tidak didiskusikan dan dieksplorasi,” kata Larson.
Ia menyebut, salah satu cara untuk mendeteksi keberadaan mahluk ekstraterrestrial adalah dengan ‘memasang telinga’, menemukan sinyal yang dipancarkan peradaban alien. Namun, itu belum membuahkan hasil. Cara yang awalnya menjadi proyek NASA itu kini didanai swasta.
Larson menambahkan, pesawat luar angkasa Kepler juga sedang bertugas mencari planet serupa dengan Bumi dalam zona habitasi di antara bintang-bintang, juga Curiosity rover yang segera diluncurkan ke Mars bulan ini – untuk mencari tahu apakah ada atau pernah ada kehidupan di ‘planet merah’.
Saat ini bukti yang tersaji soal kehidupan di luar angkasa saat ini, dia menambahkan, baru ‘statistis dan spekulatif’. “Faktanya adalah kita tidak memiliki bukti kredibel kehadiran makhluk luar angkasa di Bumi.”
Menanggapi pernyataan Gedung Putih, Paradigm Research Group, salah satu organisasi pengirim petisi mengaku tak puas. Kata mereka, tanggapan ‘staf level rendah’ tak bisa diterima. Mereka akan memulai kampanye petisi baru. (sumber: MSNBC, Daily Mail, Viva)

Gedung Putih Bikin Pernyataan Soal Alien

 
MOSKWA, KOMPAS.com Gedung Putih mengeluarkan pernyataan resmi yang menegaskan bahwa tidak ada bukti kuat soal makhluk luar angkasa (ET) atau alien pernah melakukan kontak dengan manusia. Pernyataan itu merupakan tanggapan resmi Amerika Serikat (AS) menyusul dua petisi yang muncul di laman Gedung Putih "We The People".
Laman tersebut dimaksudkan untuk menyuarakan inisiatif dan keluhan warga AS melalui petisi terhadap presiden dan Pemerintah AS dan akan direspons bila cukup banyak warga yang menandatanganinya. Dua petisi soal alien berhasil mengumpulkan sebanyak 17.000 tanda tangan. Kedua petisi itu adalah "Segera ungkapkan pengetahuan pemerintah soal makhluk luar angkasa dan komunikasi pemerintah dengan mereka" dan "Secara resmi buat pernyataan mengenai kehadiran makhluk luar angkasa yang berhubungan dengan manusia - Pengungkapan Rahasia".
"Pemerintah AS tidak memiliki bukti bahwa ada kehidupan di luar bumi, atau ada makhluk luar angkasa yang melakukan kontak atau berhubungan dengan umat manusia," kata pejabat senior divisi kebijakan dan komunikasi Gedung Putih, Phil Larson, dalam pernyataannya.
Selain itu, kata Larson, tidak ada informasi yang kredibel yang menunjukkan bahwa ada bukti yang tersembunyi dari mata publik. Meskipun begitu, Larson mengatakan tidak menutup kemungkinan kehidupan di luar angkasa dibahas dan dieksplorasi, termasuk beberapa proyek NASA. Bahkan, tidak mengesampingkan bahwa hal itu memang benar adanya.
"Banyak ilmuwan dan ahli matematika sampai pada kesimpulan bahwa ada kemungkinan yang cukup tinggi di suatu tempat di antara triliunan bintang di alam semesta ada planet lain selain bumi tempat kita hidup," tambah Larson.

amerika sembunyikan Alien di bulan,


Tahun 1984, ketika presiden Amerika Ronald Reagan menjelang masa jabatannya berakhir, mengatakan ke publik: “Bapak-bapak sekalian, segala seuatu pada masa akan datang semua sudah tertulis dalam “alkitab”. Perkataan ini membuat media di seluruh dunia menerka-nerka, apa sebenarnya yang dia maksud? Ada yang menduga, perkataan Reagan mungkin berhubungan dengan ramalan tentang nasib umat manusia pada akhirnya. Setelah Reagan terpilih kembali untuk masa jabatan kedua, dia pernah tiga kali di podium secara khusus mengemukakan kekuatirannya. Tahun 1985, ketika bertemu dengan pepimpin Soviet Mikhail Gorbachev, dia mengingatkan “Umat manusia seharusnya memperhatikan ancaman mendadak yang datang dari kehidupan tertentu yang berasal dari planet alam semesta.” Pada 16 Februari 1987, pada pertemuan Partai Komunis Uni Soviet di Kremlin, Mikhail Gorbachev mengatakan “Dalam konferensi di Geneva, Presiden Amerika pernah berkata, bila mendapat serangan dari manusia planet, Amerika dan Soviet harus bergandeng tangan melawannya ...” 21 September 1987, pada konferensi besar PBB ke-43, sekali lagi Reagan mengingatkan: “Apakah ada ancaman yang lebih mengerikan dibandingkan dengan ancaman peperangan dari luar terhadap bangsa-bangsa di bumi?” Perkataan Reagan ini membuat orang panik. Tidak bisa menganggap Reagen bicara sembarangan, di atas podium PBB, yang dia wakili bukan pribadinya, namun Pemerintah Amerika. Apa yang membuat Pemerintah Amerika begitu khawatir? Sebenarnya, Soviet sebagai Negara Adikuasa ruang angkasa kedua juga memilik beberapa konsep yang mirip, Gorbachev dalam buletinnya waktu bertemu Reagan, tidak menganggap masalah tersebut sebagai lelucon, dia juga tidak membantah, dia menganggap saat itu masih belum perlu. Dengan kata lain, apa yang Gorbachev tahu adalah sama dengan Reagan. Sejak 1969 pertama kali manusia mendarat di bulan, kemudian disusul dengan perencanaan enam kali pendaratan, namun aneh Amerika tiba-tiba menghentikan rencananya, dan berubah menjadi mengembangkan penerbangan antariksa. Strategi ruang angkasa Amerika berubah total, membuat orang heran, karena pemahamam manusia terhadap bulan sangat sedikit, dan banyak misteri, mengapa harus menghentikan misi itu? Banyak media di dunia mengatakan, Amerika sengaja menutupi beberapa informasi tentang bulan. Misalnya ada laporan yang mengatakan, ketika Amerika pertama kali mendarat di bulan,para awak menjumpai 20 lebih jejak kaki di permukaan bulan yang mirip dengan manusia. Oleh sebab itu banyak orang di dunia yang menganggap, Amerika banyak mengetahui apa yang tidak diketahui orang dan kelihatannya Amerika menghentikan rencana mendarat di bulan adalah terpaksa. Ketika Amerika melakukan pendaratan di bulan, banyak radio amatir di dunia, mengetahui ada sebuah berita aneh. Ketika Armstrong sedang di Orbit bulan dan sedang berkomunikasi dengan pusat pengendali, tiba-tiba kaget dan mengatakan “Oh Tuhan! Sungguh sulit dipercaya, saya hendak memberitahu Anda, di sini ada pesawat antariksa lainnya, mereka sedang berjajar pada sisi lain dari gunung berapi, mereka ada di bulan, mereka sedang memperhatikan kita...” Setelah itu, sinyalnya putus. Apa yang Armstrong lihat? Sampai sekarang kita tidak tahu, setelah peristiwa itu, pihak NASA juga tidak memberi penjelasan apa pun, juga tidak menyangkal. Belakangan ketika Apollo 15 sedang mendarat, kru stasiun penerima di bumi mendengar suara pluit yang panjang, mengikuti perubahan nadanya, terdengar kata pendek yang terbentuk dari 20 buah suku kata dan berulang-ulang. Terhadap masalah ini, NASA juga tidak memberikan penjelasan. Ada informasi yang mengatakan, dalam proses pendaratan di bulan, pernah menemukan satelit bulan pada orbital yang diciptakan oleh kehidupan bijak, ia sudah lama mengorbit, hanya ketika Amerika melaksanakan pendaratan di bulan baru mulai bekerja lagi.

ALIEN DATANG KE BUMI?

Melihat dari judulnya mungkin sudah dianggap menarik apalagi dengan adanya tayangan-tayangan film Hollywood di gedung bioskop atau berita-berita media massa dan elektronik mengenai “penampakan” pesawat makhluk asing yang terlihat di bumi kita, ataupun film-film yang sering kita lihat, menceritakan tentang Alien, mulai dari yang bersahabat dengan manusia sampai dengan monster yang tak kenal ampun. Sebenarnya yang ingin aku tulis dalam catatanku ini adalah bagaimana sikap kita sebagai muslim jikalau memang makhluk asing itu ada dan datang ataupun kita bertemu dengan mereka. Yang penting disini adalah bahwa yang kutulis disini adalah hanya sebuah reaksi dari pada wacana yang berkembang di sekitar kita sehingga aku berusaha menorehkan segala pikiranku yang berupa pendapat atau argumen yang kucoba sampaikan. Di mana aku mencoba menggunakan sudut pandang sebagai muslim dalam melihatnya. Aku rasa paragraf pembuka untuk temaku ini cukup sampai di sini.
Alien, menurut bahasa artinya asing, berbeda, yang bisa didefinisikan secara umum adalah segala sesuatu yang kita belum pernah tahu atau mengenal ciri-ciri dan sifat sesuatu tersebut. Jadi kusimpulkan segala sesuatu di dunia yang kita belum tahu atau mengenalnya adalah alien, contohnya terdapat jutaan spesies hewan di bumi ini, dimana yang telah kita ketahui jenis spesiesnya hanya beberapa persen saja dari jumlah keseluruhan. Sedangkan spesies lainnya yang belum diketahui bisa kita sebut sebagai alien. Namun yang kita bicarakan di sini adalah alien yang terkenal beritanya di mana-mana, yang katanya makhluk asing cerdas dari luar planet Bumi kita ini.
Mungkin manusia jaman ratusan atau ribuan tahun sebelum sekarang kurang belum mempunyai banyak pertanyaan mengenai apa yang di balik rahasia alam semesta, Karena belum majunya IPTEK pada masa itu sehingga keberadaan bumi sebagai salah satu planet daripada kemungkinan adanya trilyunan planet yang ada di angkasa raya, karena dalam galaksi Bima Sakti saja terdapat puluhan bahkan ratusan juta bintang-bintang sebagaimana matahari sebagai pusat tata surya. Jadi bisa kita bayangkan betapa banyaknya kemungkinan planet-planet yang ada dalam sebuah galaksi, apalagi dalam jagad raya yang isinya berjuta-juta galaksi seperti galaksi Bima Sakti tempat tata surya kita berada. Maka pada saat IPTEK telah maju sangat pesat seperti sekarang ini, kita akhirnya melek bahwa bumi adalah ibarat sebutir kerikil di hamparan luasnya padang pasir. Kemudian timbul pertanyaan yang serius di benak para ilmuwan: “Apakah kita sendirian?” Pertanyaan yang memang harus dibuktikan dengan bukti ilmiah.
Telah menjadi suatu perdebatan yang hangat mengenai keberadaan alien ini bagi kalangan ilmuwan. Apalagi apalagi banyak bukti tentang kemunculan UFO (Unidentified Flying Object) atau yang sering kita sebut “piring terbang”. Walaupun bukti-bukti tersebut masih dalam perdebatan apakah memang itu kendaraan makhluk asing dari luar angkasa atau itu adalah pesawat militer rahasia dari suatu kelompok/ negara atau malah hanya sebuah fenomena fisika di alam yang biasa. Dalam paragraf selanjutnya aku ingin memberikan pendapat dan juga data tentang informasi mengenai masalah alam semesta saat ini dan mencoba menjawab, dan akibat serta menyikapinya bila terbukti alien itu ada.
Dalam paragaraf ini saya ingin coba memberikan suatu dasar yang menjelaskan adakah kemungkinan makhluk asing (alien) menurut Al-Qur’an. Ketika saya buka terjemahan yang berbunyi:
Dan bagi Allah segala sesuatu yang ada di langit dan segala yang ada di bumi, dan cukuplah Allah menjadi pemelihara. Kalau Dia mau, niscaya Dia membinasakan kamu, wahai manusia, dan dia ganti dengan yang lain, karena Allah (berkuasa) atas tiap-tiap sesuatu. (Q.S. An-Nisa’: 132-133)
Dari ayat tersebut menerangkan kemungkinan adanya makhluk yang baru adalah bisa saja terjadi, karena Allah memiliki sifat Iradat (berkehendak). Namun tidak berarti bahwa ayat tersebut menjelaskan atau membenarkan tentang adanya makhluk luar angkasa yang cerdas bahkan mungkin melebihi kecerdasan manusia. Paragraf selanjutnya di bawah ini adalah penjelasan saya tentang adakah kemungkinan alien datang ke bumi.
BINTANG
Kemajuan teknologi astronomi yang canggih telah memberi gambaran jelas bahwa alam semesta yang kita diami ini luasnya tak terjangkau oleh ukuran baku yang kita jadikan sebagai nilai untuk mengukur luasnya alam semesta. Misalnya bintang terdekat dengan tata surya kita adalah alpha ceanturi yang jaraknya adalah 4,3 tahun cahaya (artinya lama perjalanan dari bumi ke tata surya di sana ditempuh 4,3 tahun dengan kendaraan secepat cahaya). Dapatkah anda bayangkan jarak sejauh itu? Yang perlu anda ketahui bahwa kecepatan cahaya menurut kesepakatan baku satuan internasional adalah 300.000.000 m/det.
Sekarang, seandainya ada planet yang memiliki kehidupan lebih cerdas dari manusia―yang mengorbit pada alpha centauri―mereka mampu “bertamasya” ke bumi, adalah bahwa cerita itu sulit untuk diterima, karena ada beberapa masalah atau alasan di dalamnya. Yang pertama adalah terbenturnya―gagasan alien telah menjelajahi angkasa menuju bumi―dengan teori relativitas Einstein. Teori relativitas waktu mengatakan bahwa apabila anda terbang ke tempat yang jauh di luar angkasa dengan kecepatan yang super cepat (misalnya hampir mendekati kecepatan cahaya) maka yang akan terjadi adalah waktu di pesawat anda bergerak relatif lambat sedangkan pengamat yang diam berlaku normal (relatif cepat). Artinya bila pesawat UFO sampai ke bumi sekitar 10 tahun dari planet di sekitar alpha ceanturi, maka kemungkinan umur planet bumi dan planetnya sudah sekitar ribuan tahun menurut pengamat yang berdiam di planet!! Masalah kedua yang timbul adalah menurut Einstein, tidak ada satu bendapun yang mampu melebihi kecepatan cahaya yang berarti cahaya adalah benda tercepat di jagat raya. Hal ini menyulitkan kemungkinan (kalau tidak mau dibilang mustahil) bahwa UFO adalah pesawat alien dari planet lain di luar tata surya kita. Kesimpulan ini dikarenakan kita tidak cukup memiliki bukti yang jelas tentang keberadaan dan kecepatan pesawat UFO itu, karena jika UFO “hanya” memiliki kecepatan―misalnya―di atas 50 mach (50 kali kecepatan suara atau 30-an kali kecepatan pesawat tempur F-16) atau masih di sekitar kisaran melebihi kecepatan suara―belum mendekati kecepatan cahaya―maka kecil kemungkinan UFO berasal dari luar tata surya kita, karena perjalanan ke bumi akan memakan ribuan tahun lamanya! Sedangkan jika UFO berasal dari dalam tata surya kita sendiri, para ilmuwan belum menemukan bukti bahwa ada kehidupan cerdas―selain di bumi―dalam tata surya kita. Jadi saya menyimpulkan, jika memang UFO itu ada―saya masih meragukannya―kemungkinan besar berasal dari bumi sendiri, dan bila itu kesimpulannya, maka merupakan suatu hipotesis yang harus memiliki bukti yang jelas.
ALIEN
Dari paparan di atas jelas bahwa kecilnya kemungkinan bahwa UFO (beserta alien cerdas) “berkunjung” ke bumi dari luar tata surya kita bahkan dari luar galaksi bima sakti (diameter bima sakti saja jauhnya 100.000 tahun cahaya), karena galaksi tetangga kita terdekat berjarak sekitar 160.000 tahun cahaya, atau seperti Andromeda―galaksi Seperti bima Sakti yang berjarak 2,2 juta tahun cahaya! Lalu bagaimana seandainya telah ditemukan bukti yang kuat bahwa memang alien dan UFO itu ada―terlepas dari berbagai argumen yang melemahkannya―di depan mata kita? Bagaimana sebagai muslim kita menyikapinya? Maka cukuplah Dia yang menjelaskan dalam ayat Nya yang terjemahannya:
Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) kecuali sebagai rahmat bagi seluruh ‘alam. (Q.S. Al-Anbiya: 107)
Ayat tersebut menjelaskan bahwa nabi Muhammad di utus Allah bukan hanya rahmat bagi manusia tetapi bagi seluruh alam semesta termasuk hewan, tumbuhan juga jin bahkan jika memang ada alien cerdas dari luar angkasa yang “mampir” ke bumi. Artinya bahwa mereka (alien) juga memiliki fitrah sebagai makhluk Allah untuk tunduk kepada-Nya, sehingga mereka juga berhak menerima dakwah―seandainya mereka belum beriman (islam)―sebagaimana bangsa jin mengimani Al-Qur’an, yang dijelaskan dalam surat Al-Jin ayat 1-3.
    Kesimpulan dari tulisan saya mengenai keberadaan alien, jika mereka memang ada dan datang ke bumi adalah kewajiban muslim untuk berdakwah kepada mereka, dan biarlah para ulama ahli, yang memikirkan bagaimana sebaiknya hubungan kita dengan mereka.
Wallaahu’alam. (dari berbagai sumber)

7 Skenario astronomom menemukan ALIEN

Ini masih jadi misteri besar: apakah selain manusia, ada mahluk cerdas lain di jagad raya ini. Pencarian mahluk ekstraterresterial (ET) bahkan dimulai sejak 50 tahun lalu, ketika ilmuwan Universitas Cornell, Frank Drake mengarahkan teleskop radio ke arah bintang, mengharap bisa menangkap transmisi dari alien.

Tak hanya itu, menurut astrofisikawan, Stephen Hawking, pada 4 Februari 2008, Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) pernah mengirimkan pesan ke luar angkasa. Isinya, lagu 'Across the Universe' milik The Beatles. Namun, tak pernah ada jawaban. Tak ada bukti sahih yang mendukung keberadaan manusia luar angkasa.

Namun, penemuan baru-baru ini membuat harapan menemukan ET kembali membuncah. Astronom, Univeristas Yale mengestimasi ada 300 sextillion bintang di angkasa, ini berarti tiga kali lipat dari perkiraan sebelumnya.


Sementara Lisa Kaltenegger dari Harvard University mengatakan, para ilmuwan yakin, separuh bintang di galaksi memiliki planet yang ukurannya dua sampai 10 kali ukuran Bumi. 'Bumi super' atau 'super Earths' itu mungkin menopang kehidupan. Sementara peneliti lain menemukan mikroba yang hidup di arsenik.

"Bukti yang mengarah semakin kuat," kata Carl Pilcher, Direktur Institut Astrobiologi NASA. "Saya berpikir siapapun melihat bukti ini akan berkata, pasti ada kehidupan di luar sana."

Alih-alih menemukan kembaran manusia, ilmuwan saat ini masih dalam tahap mendekat ke penemuan tanda-tanda kehidupan yang mikroskopis. Meski harapan itu masih ada.

Berikut ini skrenario penemuan mahluk alien yang dilakukan para astronom:

1. Mars.
Planet merah ini memiliki air di bawah tanah yang merupakan salah satu kunci kehidupan. Para ilmuwan menduga, kemungkinan besar ada mikroba yang hidup di bawah tanah, meski robot pencari yang menyisir Mars belum menemukan satu pun.

2. Europa.
Satelit Planet Yupiter ini memiliki radiasi di permukaannya yang bisa membunuh nyawa mahluk hidup. Namun di bawah lautan beku di sana ada kemungkinan beberapa jenis mikroba hidup di sana -- di bagian yang cair.

3. Enceladus (baca: en-sell-ah-dus).
Satelit mini Planet Saturnus ini memiliki bulu supersonik gas dan debu yang ditembakkan dari permukaannya. Ini adalah indikasi, enceladus memiliki zat cair yang berfungsi menopang kehidupan.

4. Titan.
Bulan terbesar Planet Saturnus ini memiliki cairan seluas samudera. Namun, ada dugaan itu adalah cairan methan.

5. Planet ekstrasolar atau di luar tata surya.
Para astronot menggunakan teleskop yang bisa mendeteksi keberadaan atmosfer di permukaan planet-planet tersebut -- dari sini bisa dicari tahu keberadaan proses fostosintesis atau proses biologis lainnya.

6. Di Bumi.
Mencari alien di Bumi? Jangan salah, para ilmuwan juga menyisir Bumi untuk mencari keberadaan mahluk asing -- yang mungkin terbawa ke Bumi dari meteorit atau komet yang menyelonong masuk. Para ilmuwan menggali potensi temuan kehidupan asing di dasar laut atau di bawah es Antartika -- yang tak biasa dan bisa jadi berasal dari luar angkasa.

7. Dari sinyal radio.
Usaha Frank Drake masih berlanjut. Sejumlah ilmuwan masih setia menyisir langit, mencari transmisi alien dari luar angkasa.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hosted Desktop